Platform direktori dan pemetaan digital berbasis web untuk memusatkan visibilitas produk, profil bisnis, dan titik lokasi fisik para pelaku usaha jemaat GKJ Wirobrajan. Proyek ini diinisiasi bersama tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) UKDW dari Maret hingga Juni 2026, dan hingga kini terus dipelihara secara berkala.

Sebelum sistem ini dibangun, persebaran informasi usaha mikro warga jemaat menghadapi kendala keterbatasan akses. Promosi produk dan jasa sebagian besar hanya berputar lewat obrolan tatap muka antartetangga atau pesan grup tertutup.
Ketiadaan katalog digital terpusat membuat calon pembeli dari luar wilayah kesulitan mengetahui produk apa saja yang tersedia, sekaligus kerap bingung mencari rute fisik menuju gerai atau bengkel kerja milik pelaku usaha.
Sistem Informasi UMKM GKJ Wirobrajan hadir untuk memangkas friksi tersebut dengan mengintegrasikan profil pemilik, etalase barang, dan koordinat lokasi toko dalam satu sistem berbasis web.
| Parameter |
Detail Implementasi
|
| Kategori Proyek |
Web Application & Directory System
|
| Klien / Partner |
Komunitas UMKM Jemaat GKJ Wirobrajan & Tim PKM UKDW
|
| Periode Pengembangan |
Maret – Juni 2026 (Active Maintenance ongoing)
|
| Peran di Tim Optimora |
Lead Programmer & UI/UX Implementer
|
| Tech Stack Utama |
Laravel (PHP), MySQL, Leaflet.js, Figma, Tailwind CSS
|
Berperan sebagai Lead Programmer, tanggung jawab utama berpusat pada penentuan arsitektur sistem, pembagian alur kerja tim, dan pengendalian mutu kode. Tahap awal proyek dimulai dengan menyusun tata letak antarmuka serta purwarupa alur interaksi pengguna di Figma.
Desain visual ini menjadi acuan tunggal sebelum tim mulai menulis baris kode, sehingga meminimalkan bongkar-pasang rancangan di tengah proses pengerjaan.
Pada lapisan rekayasa perangkat lunak, saya menginisiasi struktur modular Model-View-Controller (MVC) menggunakan Laravel. Pendekatan ini mempermudah kolaborasi kode bersama anggota tim lain melalui Git, mempercepat penanganan rute, dan memastikan otentikasi data aman dari ancaman siber umum seperti CSRF dan SQL Injection.
Saya juga mengelola skema relasi basis data MySQL agar setiap data entitas—mulai dari profil pedagang, varian produk, hingga data koordinat bujur dan lintang—dapat dipanggil dengan kueri yang ringkas dan cepat.
Salah satu tantangan teknis paling krusial adalah menjembatani informasi di layar kaca dengan lokasi fisik di lapangan. Alih-alih menggunakan library pemetaan pihak ketiga yang berat dan membebani memori peramban, saya memilih Leaflet.js sebagai pustaka pemetaan interaktif.
Pilihan ini didasari oleh efisiensi ukuran berkas (bundle size) yang ringan dan performanya yang mulus di peramban ponsel berspesifikasi rendah. Data lintang (latitude) dan bujur (longitude) ditarik dari basis data, lalu diproyeksikan ke dalam penanda interaktif pada peta.
Ketika pengguna mengetuk salah satu penanda, sistem menampilkan kartu ringkas berisi identitas toko, rincian produk, jam operasional, serta petunjuk arah menuju gerai fisik secara instan. Pemuatan aset ubin (map tiles) juga dioptimalkan agar tidak memperlambat skor Largest Contentful Paint (LCP) website secara keseluruhan.
Bagi seorang pengembang, peluncuran website pada Juni 2026 bukanlah akhir dari siklus hidup perangkat lunak. Fase pasca-rilis menuntut disiplin pemeliharaan berkelanjutan (ongoing maintenance).
Saya tetap menangani penambalan galat teknis (bug fixing), penyesuaian kueri basis data seiring bertambahnya variasi produk warga, hingga penambahan filter kategori sesuai masukan para pelaku usaha di lapangan.
Pengerjaan proyek ini memperkuat kompetensi saya dalam aspek rekayasa dan kepemimpinan:
1 Comment
[…] web komunitas yang pernah dikerjakan, sejalan dengan proyek kolaboratif lainnya seperti Sistem Informasi UMKM GKJ Wirobrajan yang dikembangkan bersama tim PKM […]